Rabu, 17 Juni 2020

Artikel Populer


Generasi Millenial, Tantangan Hebat dalam Pembentukan Karakter Bangsa


Istilah generasi millenial sedang akrab terdengar dan sangat populer saat ini. Generasi ini banyak diperbincangkan, mulai dari segi pendidikan, moral dan budaya. Produk teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan teknologi. Salah satu teknologi yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah gadget. Bayangkan saja, berita yang masuk terkait permasalahan tiap negara dengan mudahnya tersebar melalui internet, media sosial, maupun aplikasi berbasis internet lainnya dalam satu perangkat. Proses mendunianya seluruh kehidupan sosial, ekonomi, politik hingga budaya antara satu negara dengan negara lainnya hingga seluruh dunia dinyatakan seakan-akan tidak memiliki batas.

Gadget sebagai salah satu tanda generasi millenial telah memberikan pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dapat diketahui bersama bahwa diantara kalangan generasi muda Indonesia telah mengenal dan menggunakan internet dalam keseharian mereka. Namun kebanyakan dari mereka belum mampu untuk memilah antara aktivitas internet yang bersifat posistif dan negatif, serta cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaannya. Hal inilah yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Generasi muda bangsa yang seharusnya menjadi tokoh dibalik kemajuan bangsa justru muncul dengan perilaku kesehariannya yang mengesampingkan etika dan moral. Sebagian besar masyarakat terutama generasi muda telah terpengaruh oleh budaya barat sehingga sadar ataupun tak sadar menyebabkan semakin terkikisnya jati diri dan karakter mereka sebagai warga negara Indonesia.
Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas sumber daya manusia karena turut menentukan kemajuan suatu bangsa. Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita untuk menjadi bangsa yang besar, kuat, berdaya, disegani oleh bangsa lain. Cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945 ini dapat terwujud apabila bangsa Indonesia menanamkan karakter yang baik atau karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Karakter yang perlu ditanamkan antara lain rasa cinta terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jujur, disiplin, sopan, tanggung jawab, keadilan dan kepemimpinan, amanah, mandiri, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, baik dan rendah hati, toleransi serta cinta damai.
Pernah membaca gagasan “Revolusi Mental” yang pertama kali dilontarkan oleh Presiden Soekarno pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. “Revolusi Mental” adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Setelah 74 tahun bangsa kita memproklamirkan kemerdekaan, sesungguhnya perjuangan itu belum, dan tak akan pernah berakhir. Kita semua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti yang berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku (membangun karakter bangsa).
Membangun karakter generasi muda pada era millenial ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini tentunya dapat dijelaskan oleh adanya kenyataan-kenyataan yang telah digambarkan di atas. Sehingga dapat dikatakan bahwa membangun karakter bangsa dalam era generasi millenial saat ini merupakan suatu tantangan terhebat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui proses pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah terutama dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan tentunya yang memiliki peran penting dalam hal ini adalah seorang guru. Ada beberapa hal yang mungkin perlu dilaksanakan oleh seorang guru sebagai pembangun karakter peserta didik generasi millenial ketika melaksanakan pembelajaran di kelas. Pertama, saat memulai pembelajaran, selain memberikan motivasi guru juga perlu memberikan inspirasi yang dituangkan baik melalui cerita maupun pemutaran video dari berbagai sumber dan tokoh ternama. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan kepercayaan diri, kesadaran diri, dan motivasi belajar mereka. Kedua, Mengajak peserta didik berdiskusi tentang topik-topik teraktual agar mereka selalu sigap menanggapi sesuai pemikiran mereka sehingga bijak dalam memilah berita yang asli maupun hoax. Ketiga, menyelipkan pesan-pesan moral pada setiap pembelajaran dan meminta peserta didik untuk mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bijak dalam penggunaan handphone. Ini bermaksud agar peserta didik selalu mawas diri dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, dalam mendidik seorang anak dibutuhkan kerjasama yang baik dan bersinergi antara sekolah dengan orang tua, agar dapat maksimal dalam membentuk kecerdasan anak dan karakter khususnya. Jika orang tua di rumah berusaha dengan baik dalam mendidik anak-anaknya, begitupun seorang guru juga serius dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah yang diberikan oleh orang tua peserta didik, maka sudah pasti cita-cita untuk memiliki generasi yang berkualitas dan berkarakter akan tercapai.
Oleh Karena itu, pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang baik pula. Apabila sumber daya manusia telah baik, maka masa depan generasi milenial khususnya, dan negara Indonesia pada umumnya, akan cerah dan bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Pendidikan karakter bukan hanya tugas guru di sekolah dan orang tua di rumah, namun tanggung jawab kita bersama dalam pergaulan masyarakat. Pentingnya pendidikan karakter saat ini untuk membangun masa depan yang cemerlang kepada generasi muda, bangsa, dan negara Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar